Explore Malang - Batu (Part 1)


Assalamualaikum...

Explore Malang yuuk.. 
Kota yang satu ini juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Rasanya kurang afdol jika ke Malang tidak singgah di Kota Batu. Udaranya yang dingin semakin menambah kenyamanan Kota Wisata ini. Sebenarnya saya sudah pernah melancong ke Batu pada tahun 2013, namun rasanya masih belum puas mengexplore tempat-tempat wisata disana. Alhamdulillah pada tahun ini saya berkesempatan datang kembali ke daerah penghasil apel ini. 

Perjalanan pertama dan kedua saya dimulai dari Bandung bersama partner travelling terbaik (baca: Ari, awas ge er yaa orangnya :p). Pada perjalanan pertama kami menggunakan pesawat udara dari Husein Sastranegara Bandung menuju Surabaya, beruntungnya kami mendapat tiket promo dari Air Asia, hanya dengan 100 ribuan saja kami bisa sampai mendarat di Bandara Juanda.
 

Sesampainya di Surabaya, ada beberapa pilihan transportasi untuk ke Malang, seperti taksi, mobil sewaan, atau angkutan umum Damri. Karena kami berkomitmen untuk traveling ala backpacker (maklum waktu itu masih mahasiswa, hahaha) , kami memutuskan naik Bus Damri dari Airport. Tarifnya sekitar 15-20ribuan. Kami turun di Terminal Waru yang juga berdekatan dengan Stasiunnya, hanya tinggal nyebrang.  Dari sana kami menyambung perjalanan dengan Kereta Api lokal ke Malang, Tarifnya hanya 4000 rupiah saja! Murah kaan... 


Perjalanan dengan kereta kami tempuh selama kurang lebih 3 jam, kereta api ekonomi ini berhenti di setiap stasiun sekitar 2-3 menit.  Kami sempat mengabadikan perjalanan saat kami menunggu kereta di Stasiun Waru. Check this out... 


Sesampainya di Malang, tujuan pertama kami yaitu menuju alun-alun. Kami menumpang angkutan umum dari stasiun. Angkutan umum (angkot) di Malang ini unik, tarifnya flat untuk rute dekat ataupun jauh. Pada 2013 saat itu tarifnya 3000 rupiah, pada 2016 kini menjadi 4000 rupiah. Mereka juga menggunakan inisial tempat sebagai kodenya, misal untuk tujuan Arjosari – Landungsari angkotnya menggunakan simbol AL, hal ini mungkin agar mudah diingat juga :D
Lokasi alun-alun Kota malang sebenarnya tidak begitu jauh dari Stasiun Malang. Seperti alun-alun pada umumnya, siang itu nampak sepi (mungkin karena panas jika nongkrong siang bolong, hihii). 


Kami mencari penginapan di dekat sana, bukan untuk saya tapi untuk Ari, karena saya dibolehkan menumpang nginap di kosan sahabat dekat Universitas Negeri Malang (UM). Kami menemukan sebuah hotel yang legendaris di Malang, Hotel Richie. Biayanya pun pada saat itu ramah di kantong untuk tipe kamar single. 

 

Menjelang sore, kami menuju kampus UM. Dari alun-alun naik angkot satu kali ke arah terminal Landungsari, pokoknya angkot yang ada ‘L’nya.  Sesaimpainya di UM, bertemulah saya dengan Desi. Desi ini sahabat saya sejak kuliah di UPI, dia sedang melanjutkan kuliah magisternya di UM dan alhamdulillah saat ini sudah memegang gelar Magister Pendidikan ^^. Kami berjalan-jalan sebentar sembari menunggu adzan magrib dan menyempatkan untuk solat di Masjid UM. Seusai solat, perut sudah keroncongan minta diisi. Kami makan malam di sebuah foodcourt outdoor sebelah Malang Town Square (MATOS) dan MX. Ternyata mahasiswa-mahasiwa UM dan UB (Universitas Brawijaya) suka makan di tempat ini juga sehingga harga disini masih cukup murah, tempatnya pun bersih, luas, dan banyak pilihan makanannya. Ma’nyoss...

Keesokan harinya, Saya dan Ari memulai perjalanan ke Batu. Kota Wisata Batu berada lebih dari 10 km dari Kota Malang. Kalau di Jawa Barat Batu itu ibarat Lembangnya Bandung. Dari daerah UM, kami menggunakan angkot sampai terminal Landungsari, lalu lanjut angkot tujuan Batu (yang warnanya ungu pink).  Tarifnya pada 2013 sebesar 5000 rupiah, saat ini naik menjadi 6000 rupiah. Kawasan wisata Batu mayoritas dibuat dan kembangkan oleh Jatimpark Group, seperti Jatimpark 1, Jatimpark 2, Museum Angkut, Batu Night Spectacular (BNS), Ecogreen Park, Batu Secret Zoo, Museum Satwa, Museum Tubuh, dan yang masih baru ada Predator Park. Di luar itu, Batu juga memiliki kawasan wisata alam yang unik dan indah, sebut saja Taman Bunga Selecta, Air Terjun Coban Rondo, Taman Labirin, Omah Kayu, dll. 

Pada trip pertama kami tiga tahun yang lalu, kami ingin menginap di Hotel Arjuna. Kami bertanya kepada supir angkot saat itu, katanya setelah sampai terminal Batu, nyambung angkot jurusan Selecta. Ternyata pas kami sampai, namanya bukan Hotel namun penginapan Arjuno (bukan Arjuna), OMG! entah benar atau tidak tempat tersebut penginapan yang kami maksud. Kami mencoba masuk dan menuju ke resepsionis. Mengejutkannya harga sewa kamar disini murah bangeettt! 75ribu untuk tipe kamar single standar. Akhirnya kami putuskan untuk menginap disini selama kami di Batu. Kelebihan menginap disini adalah lokasi penginapan dilalui angkutan umum, suasana kamarnya bersih, ukurannya cukup luas, kamar mandi di dalam kamar, dan tidak perlu ada AC ataupun kipas angin karena udara di Batu sudah dingin (sekalii). Di sisi lain kekurangannya adalah jaraknya yang agak jauh dari kawasan wisata Jatim Park dan alun-alun.

Ditrip kedua, kami bermalam di Baliku Guest House yang sudah kami booked sebelumnya lewat aplikasi online. Baliku Guest House berada di dekat Museum Angkut, jaraknya hanya sekitar 200 meter, namun lokasinya tidak dilalui angkutan umum sehingga selama di Batu kami menggunakan taksi untuk mobilitas wisata. Hal lain yang perlu kamu tahu juga bahwa angkot di Batu tidak beroperasi 24 jam, melainkan hanya sampai sore. Setelah lewat magrib, agak sulit atau bahkan tidak ada angkot yang jalan lagi sehingga kamu harus naik ojek atau taksi jika ingin berkeliling. Taksi di Batu didominasi oleh Citra Taksi yang mayoritasnya menggunakan kendaraan seperti Xenia atau Avanza, sehingga dapat menampung penumpang lebih banyak. Argo minimumnya yaitu Rp. 30.000. Ini lebih efisien dibanding menggunakan ojek dengan tarif mulai dari 15rb sampai puluhan ribu rupiah per orang, tergantung jarak. Baliku Guest House terdiri dari 2 lantai, ada tipe kamar untuk 2 orang dan 3 orang. Kelebihan lainnya yaitu kamarnya yang bersih, terdapat televisi LCD, dan juga air panas.

Di pusat kota Batu terdapat Alun-alun yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat juga turis. Jangan bayangkan alun-alun disini hanya berupa tanah lapang yang disemen, kamu salah besar. Alun-alun Kota Batu seperti Taman Bermain juga tempat berkumpulnya masyarakat. Banyak yang menjajakan dagangan dari mulai makanan, pakaian, sampai barang-barang khas Batu Malang. Ada area playground dan juga Kincir Raksasa dimana kamu bisa melihat Kota Batu dari ketinggian. Pada waktu malam, lampu beraneka warna memancar dari kincir ini, indaaahnyaaaa ^^



Tips bagi kalian yang ingin liburan hemat, penting untuk cari-cari informasi terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan, kalian bisa googling atau tanya teman yang sudah pernah mengunjungi kota tersebut. Jangan sampai kelihatan seperti orang kebingungan di tempat yang belum pernah kita kunjungi, karena bisa jadi sasaran kejahatan. Be careful guys! Dengan persiapan yang matang dan bekal informasi yang cukup, perjalanan kalian akan berjalan dengan lancar dan budget yang sudah disipakan sebelumnya inshaaAllah tidak akan over.  


... to be continued

1 comment :