Engagement Story (Lamaran Dian & Ari)

Assalamualaikum...
Weekend is coming! yeay ^^
Post kali ini special bangeeetttt. Aku mau mulai sharing tentang perjalanan, kisah, dan persiapan-persiapan dari mulai engagement sampai pernikahan yang inshaaAllah akan dilaksanakan tahun ini. Kapan tepatnya?! Nantikan diinfo selanjutnya yaaa, hehee :)

Setelah kurang lebih empat tahun aku dan pasangan (Ari) saling mengenal satu sama lain, alhamdulillah di awal bulan Juni lalu, Ari beserta keluarga bersilaturahim ke rumah. Di moment tersebut juga terlaksana acara lamaran. Beberapa hari sebelumnya Ari sudah bilang akan maksudnya ini. I couldn't describe the feeling that I had. How glad! Kami yakin untuk memulai hubungan yang lebih serius dan berkomitmen untuk menyempurnakan separuh agama kami melalui pernikahan. 

Sebagai seorang wanita, persiapan untuk acara penting seperti lamaran ini bisa dibilang cukup rempong, apalagi ini yang pertama di keluargaku. Aku, Ari serta keluarga sepakat untuk mengadakan acara secara sederhana dan kekeluargaan. Aku dan mama mulai nge-list apa aja yang diperlukan, dari mulai pakaian, makanan, sampai makeup. Di sisi lain, aku dan Ari juga nge-list barang-barang yang dibutuhkan. Just info, pasanganku bukan tipe yang romantis, yang bisa tau tau dateng bawa bunga dan cincin terus ngajuin engagement proposal kayak yang di tv gt. I think it's only a drama :P. Jadi kita melakukan persiapan lamaran ini bareng-bareng. Hunting cincin bareng dan beli ini itu barengan. Menurut aku, disinilah serunya, happy bareng, capek juga bareng ^^.

CINCIN
Sebelum memutuskan beli cincin, kami diliputi rasa galau *huhuhuu   , beli dimana, belinya satu atau dua, bahannya mau apa, dan mau mesen atau beli langsung. Akhirnya kami browsing dulu dan tanya teman-teman yang sudah berpengalaman, hoho.. Mulailah nampak suatu kejelasan, kami memutuskan untuk beli cincin couple langsung di salah satu toko perhiasan di Mal yang ada di Tangerang, ini karena waktunya sudah mepet, tinggal satu minggu lagi. Wujudnya seperti ini.


BAJU
Aku dan Ari tidak mempersiapkan secara khusus baju couple untuk lamaran. Kami membebaskan satu sama lain untuk memilih baju sesuai dengan keinginan masing-masing. Aku sendiri menginginkan yang tidak terlalu 'kebaya', namun tetap dengan bahan brokat. Hunting ke beberapa mal di Tangerang, akhirnya di H-3 ketemulah dengan baju yang cocok. Warna putih, bahan brokat, tidak ketat, dan harganya affordable. Aku nggak beli satu, tapi 3, hihii.. niatnya biar kembaran sama mama dan adik ^^.

MAKEUP
Ini bisa dibilang hal yang krusial, namanya juga cewek, pasti pengen doong tampil super cantik bak putri di hari yang penting. Aku udah mulai searching MUA dari minggu - minggu sebelumnya, tapi kebanyakan mereka dari Jakarta. Huuaahhh sempet bingung mesti gimana. Setelah diskusi dengan orangtua, aku memutuskan untuk makeup sendiri. *Hah? sendiri?? Emang bisa???
Yap! pertanyaan ini juga yang dipertanyakan olehku. Berbekal pengalaman mengikuti beberapa beauty class, aku ingat-ingat lagi, aku baca-baca lagi buku EYE karya mba Carol (Carolina Septerita, proffesional MUA-nya Wardah), aku belajar mengenal wajahku sendiri. Sehari sebelum acara, aku trial dulu, coba - coba dulu mau kayak gimana looknya. ^^

MAKANAN
Karena mama ga mau repot masak-masak di rumah, walhasil kami serahkan ke katering untuk masalah ini. Kebetulan ada saudara yang buka usaha katering di Jakarta, daerah Tomang. Mereka biasa melayani katering-katering kantor, tapi ga terbatas untuk itu aja. Acara kelaurga, arisan, bahkan pernikahan  pun mereka layani. 
Untuk lamaran kemarin, keluarga ku pesan untuk 60 porsi. Menunya sepenuhnya bebas, terserah yang punya hajat. Pilihanku yaitu nasi putih, mie goreng sayur, soup kimlo, ayam bakar madu, ikan asam manis, sambal goreng kentang, air mineral, pudding, dan buah. Aku suka ayam bakar madunya, potongannya besar-besar, dan rasanya ma'nyooossss... 
 
SESERAHAN
Seserahan saat lamaran ini berbeda dengan seserahan untuk pernikahan, yang biasanya terdiri dari barang-barang kebutuhan hidup. Di engagement kemarin, pihak lak-laki membawa seserahan yang berupa beberapa jenis makanan, dan dari keluargaku juga seserahan baliknya berupa makanan dan kue-kue. Hal ini mungkin bisa berbeda sesuai dengan tradisi di kelurga masing-masing. 

- - -

Sebagai juru bicara keluarga, papa menunjuk kakak iparnya, yang aku biasa panggil ua untuk mewakili keluargaku. Saat keluarga pihak laki-laki sampai di rumah, aku tidak diperkenankan keluar dan harus 'ngumpet' terlebih dahulu. Jadi aku tidak tahu apa yang dibicarakan awalnya. Setelah dipanggil, barulah aku keluar, lalu duduk disamping papa dan dijelaskan maksud kedatangan Ari dan keluarga untuk melamar aku *huowww 

Aku ditanya apakah akan menerima lamaran tersebut atau tidak. Dengan perasaan yakin dan mengucap Bismillah, aku terima lamarannya :")

Acara dilanjutkan dengan pemasangan cincin, pemberian nasihat-nasihat, doa, lalu makan siang. Setelah makan siang, dilanjutkan dengan acara obrolan santai keluarga tentang rencana pernikahan. 
 
4 Juni 2016, babak baru dalam hubungan Aku dan Ari. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridho, kelancaran, kekuatan, kemudahan, dan berkahnya untuk kami sekeluarga. Mohon doanya yaaa teman-teman :)


  




foto: koleksi pribadi

No comments :

Post a Comment