Hotel Citradream Cirebon [Review]


Assalamualaikum traveller,

Di awal bulan lalu aku berkesempatan travelling ke Cirebon. Yeay! It was my first time ^^. Kota yang terletak di utara pesisir provinsi Jawa Barat ini memiliki keunikan tersendiri, salah satunya yaitu kalian akan sering mendengar kata "Jeh" ketika berada di Kota Udang ini.

Dengan menggunakan Cirebon Ekspress, perjalananku dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Cirebon alhamdulillah berjalan lancar, walaupun ada sedikit keterlambatan kedatangan kereta selama kurang lebih 30 menit siang itu. Ternyata kelas eksekutif yang aku tumpangi sudah menggunakan gerbong terbaru, seperti ini



Sekitar pukul 3 sore, aku sampai di Stasiun Kejaksan Cirebon. FYI, di Cirebon ini terdapat dua stasiun, yaitu Stasiun Kejaksan dan Stasiun Prujakan. Stasiun Kejaksan merupakan stasiun yang lebih besar dari Prujakan, Begitu keluar stasiun, aku diserbu oleh tawaran-tawaran becak, taksi, sampai angkot. 

Tips: Usahakan jangan terlihat bingung di tempat yang baru pertama kali kita datangi. Sebelumnya, cari informasi sebanyak mungkin mengenai tempat yang akan dikunjungi. 

Dengan berjalan agak sedikit ke luar stasiun, aku memutuskan untuk naik angkot menuju ke Hotel Citradream yang sebelumnya telah aku book melalui aplikasi favoritku berinisial T. Akses menuju hotel ini cukup mudah karena terletak di pusat kota Cirebon. Dari stasiun Kejaksan, aku menggunakan angkot D5 dan turun langsung di seberang Hotel. Tarifnya jauh dekat 4 ribu rupiah. Murah kaaan?!

Hotel Citradream berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo no. 6 Kota Cirebon, bersebelahan dengan SMAN 2 Cirebon. Letaknya sangat strategis berada di antara dua buah mall besar yaitu Grage Mall dan CSB mall. Hotel ini memiliki 9 lantai dengan 121 kamar tipe superior (twin dan double bed).

Memasuki Hotel Citradream yang didominasi warna hijau dan biru, kesan modern minimalis langsung terasa. Proses check in sangat mudah dan aku langsung diberi kamar yang terletak di lantai 5. Tipe kamar yang aku pesan yaitu superior twin with breakfast, dengan harga sekitar 300ribu rupiah. 

Kamar ini memiliki luas sekitar 17 sqm, yang cocok untuk para packbacker atau single traveller. Jika membawa keluarga dengan anak kecil, aku rasa kamar ini akan terasa semakin sempit. Fasilitas yang tersedia di dalam kamar yaitu dua buah single bed, LED TV dengan saluran internasional, wifi, safe deposit box, meja, kursi, telepon, mineral water, kaca besar, hot & cold shower, sandal, hanger pakaian, bath amenities (sabun, sikat dan pasta gigi), serta handuk. Seluruh kamar di Hotel ini merupakan non smoking room, dimana jendela yang terdapat pada setiap kamar tidak bisa dibuka untuk sirkulasi udara. Walaupun hanya disediakan dua buah air mineral, kamu tidak perlu khawatir karena pada setiap lantai terdapat dispenser air minum yang terletak di dekat lift. 





 

 

 


Pagi harinya, aku sarapan di lantai bawah. Restorannya terletak di sebelah lobby hotel. Menu yang disajikan pagi itu ada roti dengan berbagai macam selai, nasi putih, nasi goreng, ayam sayur, sop, bubur sumsum, salad, air putih, jus, kopi, teh, dan buah, Rasanya beberapa enak dan masih masuk di lidah juga perutku *lol*, namun bubur sumsumnya agak hambar karena tidak ada santannya.

Siang harinya aku checkout sekitar pukul satu siang, terlambat satu jam dari waktu checkout maksimal, yatu pukul 12.00. Alhamdulillah masih diizinkan dan tidak kena charge apa-apa. 

Overall, aku puas selama menginap di Hotel Citradream Cirebon. Staffnya ramah, siaga, fasilitasnya baik, namun hanya saja kebersihan di beberapa lokasi sebaiknya lebih diperhatikan. 

See you on my next journey, traveller!

Love,


No comments :

Post a Comment